BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalteng Asera mengingatkan, gerakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidaklah cukup hanya dengan pemantauan dan imbauan ke masyarakat.

Penekanan itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kalteng tersebut lantaran karhutla sudah mulai terjadi di sejumlah daerah.

“Tidak cukup hanya dengan memantau, mengimbau, itu hanya kecil saja dan kurang efektif. Tim harus aktif di lapangan, yang ada ini jauh dari sumber cukup. Sumur bor yang ada ini banyak terletak di kawasan kota dan di sekitar jalan. Belum menjangkau sampai ke dalam hutan,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Senin (13/2/2017).

“Hal ini juga menjadi pertanyaan, kenapa tidak pinjam helikopter water bom dan pesawat pengebom saja lalu ditaruh di daerah (provinsi) yang rawan kebakaran. Taruh di Indonesia, minimal lima unit. Jangan cuma memantau dan mengimbau, tidak cukup,” tambahnya.

Seperti diberitakan, karhutla mulai terjadi di sejumlah daerah di Kalteng. Di Kota Palangka Raya saja dalam empat hari terakhir sudah ada dua karhutla. Dua peristiwa selama Kamis (9/2/2017) dan Minggu (12/2/2017) tersebut, terjadi di Jalan G Obos XIII. (Roziqin/B-3)