BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 2.550 personel TNI - Polri, Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta Satpol PP Kobar, akan diterjunkan dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang akan digelar Rabu (15/2/2017).
Kapolres Kobar, AKBP Pria Premos mengatakan, seperti yang sudah direncanakan dalam Renkom Matra Praja 2016, Polri memang meminta penguatan dari TNI yang di BKO ke Polres untuk pengamanan Pilkada Kobar. Kemudian, personel TNI itu akan diploting ke tempat-tempat tertentu.
"Nantinya mereka akan berada di bawah koordinasi dari Polres Kotawaringin Barat melalui Kapolsek di masing-masing wilayah," terang Pria Premos, Usai Gelar Pasukan di Makodim 1014/Pbn (14/2/2017).
Ia juga menjelaskan, pengamanan dalam Pilkada Kobar 2017 masih menggunakan pola lama, dengan kategori TPS Aman, satu polisi mengawasi tiga TPS. Kategori Rawan 2, satu polisi mengawasi dua TPS, dan kategori Rawan1, satu polisi mengawasi satu TPS.
"Kita tidak ada kategori rawan 1. Ada memang beberapa tempat satu polisi satu TPS. Tetapi karena kerawanan geografis dan lokasi yang cukup jauh," beber Kapolres.
Terkait adanya penebalan pengamanan dari Brimob di Panwaslih, Senin (13/2/2017) malam, menurutnya hal tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi antara pihak terlapor dan pelapor terkait dugaan politik uang.
" Kita mengharapkan agar permasalahan ini diselesaikan melalui saluran yang ada dan jangan di luar saluran tersebut sehingga benturan-benturan tidak terjadi," ujar Kapolres. (KOKO SULISTYO/B-10)








