BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketua Panwaslih Kotawaringkn Barat (Kobar), Triyoyo Hepi menindaklanjuti laporan tuduhan politik uang (money politic) di Kecamatan Pangkalan Lada, yang dilaporkan oleh Gusti M Awaluddin, salah seorang calon wakil bupati Kobar.
Hasilnya nihil. Triyoyo mengatakan tak ada satu pun masyarakat di sana menerima uang untuk mendukung salah satu paslon dalam Pilkada Kobar, yang dituduhkan kepada salah seorang kader Partai Keadilan Sejahtara (PKS). "Saya sudah ke sana, sepi dan situasinya aman-aman saja. Masyarakat juga tidak ada yang mengaku menerima uang," ungkap Triyoyo Hepi kepada pewarta di kantor Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kobar, Selasa (14/2/2017).
Awalnya, tujuan ia kesana untuk mengumpulkan saksi-saksi sebagai pemeriksaan lanjut terhadap Fa yang dituduh memberikan uang itu. "Waktu proses pengumpulan keterangan, bukti dan saksi di Panwaslih ini tiga hari plus dua hari, jadi totalnya 5 hari," tegas Triyoyo.
Tuduhan terhadap salah satu elemen pendukung Pasangan Nurhidayah-Ahmadi Riansyah (Nurani) ini dibantah oleh pihak PKS. Pria berinisial A yang disebut penerima uang, itu datang ke rumah Fa, yang saat Senin (13/2/2017) malam itu sedang mengobrol dengan Ustaz Z. A tetangga Fa ini lalu meminta uang Rp100 ribu, dan diberi oleh Fa, tanpa ada permintaan apapun terkait pilkada. Pada saat itulah sejumlah pendukung Desi Hercules - Gusti M Awaluddin (Sidin) datang, dengan menggunakan atribur ormas Pemuda Pancasila (PP). (CECEP HERDI/B-10)








