BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Wakapolda Kalteng) Komisaris Besar Polisi Suroto melakukan pengecekan personel pengamanan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat 2017-2022. Pilkada Kotawaringin Barat 2017 diikuti lima pasangan calon.

"Secara umum semua pasukan sudah siap," ujar Suroto saat berada di Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kumai, Selasa (14/2/2017).

Pengecekan yang dilakukan Wakapolda Kalteng itu untuk memastikan persiapan dan kesiapan 523 personel saat bertugas dalam pengamanan pada Pilkada Kobar 2017. "Sebelum pemungutan suara, nanti seluruh anggota harus sudah siaga di lokasi untuk memastikan tidak ada gangguan kamtibmas di TPS," sebutnya.

Sebanyak 595 TPS yang tersebar di enam kecamatan, kata Wakapolda, menjadi salah satu fokus pengamanan polisi. Pengecekan sekaligus untuk memastikan kesiapan personel yang bertugas dalam mengamankan TPS tersebut.

Sementara, 523 personel yang dikerahkan terdiri dari 31 perwira dan 492 anggota Bintara dan Tamtama. Dalam tugasnya nanti, di Kecamatan Arut Selatan terdiri dari 109 personel mengamankan TPS dan 38 personel diperbantukan atau disiagakan di Polsek.

Berikutnya, wilayah Polsek Kumai sebanyak 50 anggota mengamankan kegiatan di TPS dan 69 personel siaga. Kemudian untuk di Polsek Pangkalan Lada ada 27 untuk pengamanan TPS dan 54 anggota siaga, sebanyak 31 personel juga akan mengamankan kegiatan di TPS dan siaga di wilayah Polsek Pangkalan Banteng.

Di Polsek Kotawaringin Lama (Kolam), mendapat bagian personel sebanyak 27 yang akan ditempatkan di TPS serta 23 siaga. Terakhir Polsek Arut Utara mendapat bantuan personel untuk mengamankan TPS sebanyak 18 dan 23 anggota siaga di kantor Polsek Aruta.

Sedangkan 31 perwira mendapatkan tugas untuk menjadi Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) dan Perwira Pengendali (Padal) juga di enam wilayah Polsek, untuk pembagian tugasnya di antaranya masing-masing Polsek terdiri dari satu Pamatwil dan empat atau lima Padal.

Kepada seluruh personel, Suroto meminta untuk melakukan deteksi dini pada setiap kemungkinan terjadinya konflik. Sehingga, potensi gangguan keamanan bisa diminimalisasi. "Semoga Pilkada Kobar berjalan dengan aman, lancar dan kondusif," harapnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)