BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sepertinya pergerakan harga minyak sawit masih akan terbatas pada perdagangan Rabu (15/2/2017).
Futures minyak sawit untuk kontrak April, 1FCPOc3, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,4 persen menjadi 3.049 ringgit ($685,48) per ton, Selasa.
Seorang pelaku pasar dari Kuala Lumpur, seperti dikutip Reuters, mengatakan bahwa pasar didukung oleh ekspektasi data ekspor sawit Malaysia yang meningkat selama dua pekan pertama Februari. Data itu sendiri akan dirilis pada Rabu ini.
Pasar pasti akan memfaktorkan data terbaru ekspor minyak sawit Malaysia yang dirilis hari ini sebelum melakukan transaksi signifikan.
Dengan harga yang sudah melemah dalam beberapa hari terakhir serta ekspektasi penurunan produksi sawit, kata pelaku pasar, akan memacu pembelian yang pada akhirnya diharapkan mendongkrak harga.
Faktor lain yang patut diperhitungkan adalah melemahnya futures kedelai AS ke level terendah enam hari, akibat melimpahnya panen di Brasil dan curah hujan tinggi di Argentina.
Selanjutnya, faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga komoditas, termasuk minyak sawit, adalah pergerakan harga minyak mentah dunia.
Minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak Maret ditutup naik 27 sen, atau 0,5%, menjadi $53,20 per barrel di New York Mercantile Exchange, setelah sehari sebelumnya merosot 1,7%.
Sedangkan minyak mentah Brent kontrak April di ICE Futures exchange, London, menguat 38 sen, atau 0,7%, menjadi $55,97 per barrel. (NEDELYA RAMADHANI/m)








