BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan, sudah mengantongi data capaian produksi sisa padi sebanyak 375 ton untuk musim panen 2016 lalu. Terkait jumlah itu, masih ada kendala yakni menyangkut penjualan hasil panen padi dari petani di Seruyan.
"Pemasaran terkait itu saat ini kita masih mengalami sedikit kendala. Baik itu dalam hal penampungan hingga pemasarannya," kata Kepala DKPP Seruyan, Sugian Noor, Rabu (15/2/2017).
Memang, lanjut dia, pihaknya sudah ada melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan sawit di Seruyan. Seperti dengan PT. Sumur Pandan Wangi dan PT. Gawi Bahandep Sawit Mekar serta perusahaan lainnya. Namun kerjasama itu, tidak serta merta mampu menyelesaikan persoalan pemasaran hasil panen padi.
"Kendala utama kita ini terletak di segi pemasaran. Nah, soal kendala pemasaran itu, kita akan koordinasikan dengan Dinas Perdagangan Seruyan, guna memperoleh kepastian bagaimana produksi hasil pertanian padi ini nantinya bisa ditampung dan selanjutnya mampu dipasarkan dalam jumlah besar," kata dia. (PARNEN/B-11)








