BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Faktor cuaca menjadi penghambat warga untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Kotawaringin Barat (Kobar) 15 Februari 2017. Di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, partisipasi warga dalam Pilkada hanya sekitar 50 hingga 60% saja.
"Hingga pukul 11.00 WIB berdasarkan pantauan kami di beberapa TPS, rata-rata kedatangan warga Desa Pasir Panjang untuk memberikan suaranya antara 50 hingga 60 persen," jelas Kepala Desa Pasir Panjang Tamel Otoi, Rabu (15/2/2017).
Ia memperkirakan faktor cuaca merupakan salah satu penyebab kurangnya antusias warga untuk datang ke TPS.
"Mungkin lantaran hujan turun sejak subuh hingga siang membuat sebagian warga menunda-nunda untuk datang ke TPS menunggu hujan agak reda. Ternyata hujan tidak kunjung reda hingga siang, kemungkinan ada yang terlewat waktu untuk datang ke TPS. Sehingga tidak jadi memberikan suaranya," jelasnya.
Hal lain, Tamel juga mengapresiasi adanya anggota KPPS yang menggunakan kostum unik selama bertugas. "Dengan kostum unik selama bertugas, tentunya membuat suasana semakin mengasyikkan. Selain itu, kami juga mengelar lomba TPS unik di Desa Pasir Panjang. TPS terunik akan mendapat hadiah menarik," ujarnya.(WAHYU KRIDA/B-2)








