BORNEONEWS, Nanga Bulik - Di antara beberapa sumber keuangan desa, di antaranya adalah Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah daerah yakni APBD, serta Dana Desa (DD) yang bersumber dari Pemerintah Pusat atau APBN.

Menurut Kapala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lamandau Muriadi, kepada Borneonews, Rabu (15/2/2017), setidaknya ada empat indikator yang menentukan besar kecilnya ADD di setiap desa. Antara lain, adalah luas wilayah, jumlah penduduk, angka kemiskinan dan indeks kesulitan geografis (IKG).

Muriadi juga menyebut, tahun 2017 ini desa yang paling sedikit menerima ADD adalah Desa Perigi Raya, Kecamatan Bulik, yakni Rp460 juta.

"Sedangkan desa yang paling besar menerima ADD, Sekombulan, Kecamatan Delang,  Rp1,157 miliar lebih," jelasnya.

Tahun in, total ADD yang dianggarkan dari APBD Lamandau Rp52 miliar. Sedangkan DD Rp67,6 miliar. (HENDI NURFALAH/B-5)