BORNEONEWS, Sampit - Setelah berjuang selama 16 jam pemadaman gudang Berkat Budi Bersama di Jl HM Arsyad Km 4,5, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terbakar akhirnya dihentikan.
"Saat ini pemadaman sudah kami hentikan, walaupun masih ada sedikit kepulan asap," ujar Kasi Pemadaman dan Penyalamatan Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kotim Sunardi, Rabu (15/2/2017) malam ini.
Pemadaman itu dihentikan sekitar pukul 17.30 WIB. Di mana sebelumnya pihaknya sudah berjuang menjinakkan api di gudang distributor makanan ringan dan keperluan rumah tangga tersebut.
Kepulan asap tebal dan hawa panas di gudang tersebut, tidak menyurutkan para petugas untuk memadamkan. Mereka terus berupaya menyiram hingga ke bagian belakang bangunan tersebut. Hal itu dilakukan agar api tidak muncul lagi.
"Kondisi gudang berlantai dua dengan luas 30 meter x 36 meter itu sebetulanya sudah ambruk sebagian. Namun kami tetap berupaya memadamkannya," ungkap Sunardi.
Sunardi mengungkapkan, pemadaman yang memakan waktu sangat lama tersebut terjadi karena jenis barang yang ada di dalam gudang ada yang mengandung gas. Sehingga api dan kepulan asap sangat susah dijinakkan.
"Untuk pendinginan sudah kami lakukan sejak pukul 10.00 WIB, namun ternyata masih saja ada api kecil dan asap yang muncul. Jadi hingga pukul 17.30 terus kami lakukan upaya pemadaman," ungkap Sunardi.
Kebakaran itu terjadi pada Rabu sekitar pukul 01.30 dini hari. Di mana api dengan cepat membakar isi dalam gudang tersebut. Dan hingga akhirnya Damkar menghentikan pemadaman pada pukul 17.30 WIB. Karena hampir semua bangunan sudah ambruk. Dan api juga tidak muncul lagi. Hanya kepulan asap kecil saja yang terlihat. Untuk kerugian sendiri belum diketahu, namun diperkirakan miliaran rupiah.
Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, dan aparat kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran itu. (M HAMIM/B-5)








