BORNEONEWS, Barito Selatan – Jumlah penghuni di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Buntok, Barito Selatan (Barsel) sebanyak 161 nara pidana (Napi) dan tahanan. Namun saat pencoblosan di Pilkada Barsel 2017 yang berlangsung Rabu (15/2/2017) hanya 87 orang saja yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Kenapa hal ini bisa terjadi?
Kepala Rutan Kelas IIB Buntok, Mastur mengatakan alasan di balik jumlah pemilih yang hanya 87 orang tersebut karena tidak semua penghuni benar-benar warga Barsel. Sebaliknya, mereka banyak titipan dari warga diluar Barsel. Praktis, nama-nama mereka tidak masuk dalam DPT.
“Jumlah penghuni disini memanng ada 161 tahanan.Tetapi terdata di DPT hanya 87 orang, itu karena yang lain bukan domisili sebagai warga Barsel,” ungkap Mastur kepada Borneonews di sela memantau pelaksanaan pencoblosan di Rutan tersebut, Rabu (15/2/2017).
Pelaksanaan pencoblosan di ruang tahanan itu dimulai pihak KPPS pukul 08.00 WIB. Kedua saksi dari Pasangan Calon yang bertarung, keduanya tampak hadir. Namun hingga pukul 11.30 WIB, masih 70 orang tahanan yang memberikan hak pilihnya.
“Kita sebenarnya cepat, karena domisili warga pemilihnya adalah penghuni dalam Rutan ini juga. Tetapi rupanya ada yang belum datang,” kata Ketua KPPS 37 Baduansyah. (M MUCHLAS ROZIKIN/B-5)








