BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mulai menunjukkan tren penguatan dan mencatat kenaikan tertinggi dalam hampir dua pekan, Rabu (15/2/2017), setelah sempat anjlok ke level terendah tiga bulan sehari sebelumnya.

Futures minyak sawit untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,6 persen menjadi 3.067 ringgit ($689,68) per ton pada akhir perdagangan Rabu. Volume perdagangan tercatat sebanyak 51.973 lot.

Ada beberapa faktor penunjang rebound harga minyak sawit, selain peningkatan kinerja ekspor minyak sawit Malaysia, melemahnya rinngit juga ikut berperan di tengah sepinya perdagangan.

"Pasar dalam situasi bagus meski sepi, yang didukung lemahnya ringgit di tengah ekspektasi the Fed akan menaikkan suku bunga dan membaiknya data ekspor. Namun laju tersebut tertahan oleh lemahnya harga komoditas di Dalian dan minyak mentah," kata seorang pelaku pasar di Kuala Lumpur, seperti dikutip Reuters.

Ekspor minyak sawit tercatat meningkat 1,4 persen untuk periode 1-15 Februari, berdasarkan data Intertek Testing Services.

Sedangkan data dari Societe Generale de Surveillance menyebutkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia turun 3,6 persen pada 10 hari pertama Februari dibandingkan bulan sebelumnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)