BORNEONEWS, Palangka Raya - Aroma tidak sedap menjadi awal cerita ditemukannya jenazah Hj Esthernitae (65 tahun) oleh warga bernama Mardo. Aroma tersebut begitu menyengat saat Mardo berada di barak nomor 5 dari total enam kamar yang ada.
Namun dia tidak berani mendobrak. Ia kemudian menghubungi aparat kepolisian. Selanjutnya, anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Palangka Raya dipimpin Kanit I Aiptu Ichwan Wahyudi mendobrak pintu barak hunian Hj Esthernitae.
Setelah didobrak, barulah diketahui kalau nenek itu sudah tewas dalam kondisi bagian kepala dipenuhi ulat. Selain itu, perutnya terlihat buncit.
"Sudah mengeluarkan aroma tidak sedap," ucap Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli yang turun langsung ke lokasi temuan, Kamis (16/2/2017).
Kapolres menuturkan, ada dua saksi yang telah dimintai keterangan. Selain Mardo, juga pemilik barak bernama Aming.
"Sebelum ditemukan, saksi mencium aroma tidak sedap sejak kemarin. Awalnya mengira bau sampah. Tetapi hari ini ternyata ditemukan seorang perempuan bernama Hj Esthernitae meninggal dunia. Usianya 65 tahun," tutur Kapolres. (BUDI YULIANTO/B-3)








