BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Aksi balapan liar yang biasa digelar sekumpulan remaja di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, lebih dari sekadar hobi. Sebab, aksi itu kerap dijadikan ajang taruhan uang antarkelompok bermotor tersebut.

"Kami biasanya sering taruhan Rp100 ribu. Tidak banyak. Itupun uangnya kami patungan dalam kelompok. Ada yang Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang. Patungan uang seadanya," aku YD, remaja asal Kelurahan Kuala Pembuang I, yang gemar balapan liar, Kamis (16/2/2017).

Uang Rp100 ribu itu, lanjut dia, kemudian ditaruhkan dengan penghobi balapan liar dari kelompok lain.

"Taruhan itu cuma satu orang yang melakukan. Artinya, dalam satu kelompok cuma ada satu orang joki atau pembalap yang mewakili. Setahu saya, ada sekitar empat kelompok untuk balapan liar ini. Uangnya kalau menang buat makan ramai-ramai," ujarnya.

Terkait aksi balapan liar yang dinilainya mengundang bahaya tersebut, YD cuma berharap ada sirkuit khusus untuk dijadikan arena balapan resmi. Tujuannya agar dia bersama rekan seprofesinya tidak menggunakan jalanan umum lagi untuk pelampiasan hobi mereka. (PARNEN/B-3)