BORNEONEWS, Palangka Raya - Ramai desakan konservasionis dan aktivis lingkungan agar PT Susantri Permai ditindaktegas. Hal ini terjadi menyusul peristiwa pembantaian orangutan untuk dikonsumsi yang terjadi di perusahaan itu.
Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dan Center for Orangutan Protection (COP) dalam rilis resmi meminta agar Dewan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) memberi tindakan tegas kepada anak perusahaan anggotanya itu.
Dua yayasan yang konsen dalam upaya konservasi orangutan ini menilai, anak Genting Benhard Grup itu telah lalai yang mengakibatkan terjadinya peristiwa keji itu.
"Perlu adanya tindakan tegas dari RSPO dan penyuluhan intensif kepada pekerja dan masyarakat sekitar kebun kelapa sawit bahwa orangutan itu satwa yang dilindungi," kata CEO BOSF Jamartin Sihite, Kamis (16/2/2017).
"Pembunuhan (orangutan) ini tidak perlu terjadi jika anggota ( ini menjalankan prinsip dan kriterianya," kata Principal COP, Hardi Baktiantoro.
Sementara itu, Direktur Save Our Borneo, Nordin Abah dan Manajer Kampanye dan Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalteng, Aryo Nugroho Waluyo berharap ada tindakan tegas terhadap perusahaan. "Perusahaan harus ditindak juga," tukas mereka. (RONI SAHALA/B-8).








