BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Hujan yang mengguyur Kuala Pembuang dan sekitarnya, Kamis (16/2/2017), menjadi kendala usaha rumahan produksi kerupuk ikan. Salah satunya adalah kesulitan melakukan penjemuran kerupuk olahan.

"Hujan dari pagi hingga sore, membuat kita tidak bisa menjemur kerupuk agar cepat kering," kata Juwairiah, 55, pemilik usaha penjualan oleh-oleh khas Seruyan "Mama Randy" di Kuala Pembuang, Kamis (16/2/2017) sore.

Otomatis, dirinya harus menunggu cuaca panas, untuk menjemur kerupuk olahannya itu.

"Kalau hujan tiap hari, kita repot tidak bisa menjemur. Pembuat ikan kering pun juga demikian. Sebab sangat bergantung dengan kondisi cuaca," ujarnya.

Juwairiah mengatakan, dalam menjalankan usaha kerupuk berbahan baku ikan tenggiri tersebut, per harinya saat sepi pembeli hanya laku satu sampai dua kilogram. Tetapi saat ramai, bisa laku hingga lima kilogram.

"Satu kilogram kerupuk dijual seharga Rp80.000. Dalam sebulan untungnya sekitar Rp1 juta, setelah dipotong biaya produksi," pungkasnya. (PARNEN/B-11)