BORNEONEWS, Sampit - Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Hendra Wirawan meminta agar seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Fakta di lapangan saat ini sudah ada terjadi kebakaran lahan, padahal masih belum kemarau. Jadi kita harus waspada,” ujar Hendra, Kamis (16/2/2017).
Selain hal tersebut, dirinya juga meminta aparatur kecamatan dan desa mendata pemilik lahan di wilayah masing-masing. Sehingga bisa dimintai pertanggungjawabannya ketika terjadi kebakaran lahan.
“Tidak ada tanah yang tidak bertuan. Tapi saat kebakaran tidak ada warga yang mengaku sebagai pemilik lahan. Itulah yang didapati selama ini,” kata Hendra.
Hendra menegaskan, jangan terbuai dengan rendahnya titik api tahun 2016 lalu. Karena hal itu tidak bisa menjadi patokan, apalagi pada 2017 ini. Apalagi, 10 Februari lalu, kebakaran lahan terjadi di dua tempat, yakni Kecamatan Antang Kalang dan Bukit Santuai. Juga di sejumlah titik wilayah Kota Sampit.
Menurutnya, jangan sampai sudah terjadi kebakaran lahan yang meluas, baru kewaspadaan ditingkatkan. Karena yang terpenting saat ini adalah pencegahan. Bukan menunggu terjadi kebakaran.(MUHAMMAD HAMIM/B-11)








