BORNEONEWS, Puruk Cahu - Aktivitas masyarakat menambang pasir di Sungai Barito, tepatnya di sekitar Jembatan Merdeka sudah berlangsung cukup lama. Bila dibiarkan terus-menerus dikhawatirkan berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Dan sudah menjadi rahasia umum, pasir hasil tambang warga dijual bebas sebagai bahan membuat bangunan atau proyek jalan di Sekitar Kota Puruk Cahu.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Murung Raya Pujo Sarwono mengatakan bahwa aktivitas para penambang sama seperti kegiatan mengeksploitasi sumber daya alam lainnya yang bisa menimbulkan tekanan terhadap lingkungan.

Dalam penjelasan yang dikirim Pujo melalui WhatsApp pada Jumat (17/2/2017), disebutkan bahwa bila aktivitas pertambangan pasir itu dilakukan terus-menerus serta mengambil dalam volume berlebihan bakal berdampak pada pada lingkungan sekitarnya. Khususnya terhadap bangunan Jembatan Merdeka.

"Kalau secara teknis pengaruhnya terhadap kontruksi jembatan coba tanyakan ke Dinas Pekerjaan Umum. Tapi dari sisi lingkungan bila polutan (bahan pencemaran) melampaui ambang batas yang ditentukan, itu sudah masuk kategori mencemari lingkungan," tulis Pujo. (SUPRIADI/B-3)