BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan meningkatkan sarana dan prasaranan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di desa-desa yang rawan terjadi kebakaran.
"Sebagian alat ada yang rusak dan tidak maksimal jika digunakan. Sehingga harus ditingkatkan lagi," ujar Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri.
Dia menerangkan, berkaca dari tahun 2015 dan 2016 lalu, masih banyak sarana dan prasarana yang kurang saat penanganan karhutla. Apalagi peralatan seperti mesin air dan juga selang juga sudah banyak yang rusak. Sehingga kalau tidak ada perbaikan maka bisa mengganggu pemadaman kalau terjadi kebakaran.
Untuk itu, saat ini pihaknya akan meningkatkan pengadaan selang dengan ukuran yang panjang agar dapat menjangkau sumber air terdekat. Sebab dari tahun 2015 dan 2016 lalu, lahan atau hutan yang terbakar itu umumnya sulit dijangkau dan jauh dari sumber air.
"Saya meminta kepada pihak kecamatan, agar mengalokasikan dana untuk penambahan pembelian selang air tersebut," imbuh Taufiq.
Hal itu juga termasuk bagi SKPD terkait, seperti Dinas Damkar dan Penyelamatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Berkaitan dengan prediksi kemarau akan berlangsung lebih lama, Taufiq berharap, dengan mengedepankan pencegahan dari pada penanggulangan, karhutla di Kotim tidak parah seperti sebelumnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








