BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belum bisa memutuskan apakah akan mengevakuasi warga korban banjir di Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta).

Tim BPBD Kobar masih akan memantau situasi teraktual banjir itu, Minggu (19/2/2017) sebelum memutuskan mengambil langkah-langkah penanganannya.

"Dengan mengetahui secara persis kondisi di lapangan, dan mendengar apa saja yang diperlukan warga, bila kondisi air semakin meninggi maka kita bisa memberikan bantuan yang lebih efektif dan efisien," ujar Kepala BPBD Kobar Hermon F Lion, Sabtu (18/2/2017).

Selain itu, Hermon menuturkan, berkaca dari pengalaman banjir tahun lalu, warga enggan pindah ke tempat pengungsian yang disediakan pemerintah.

"Karena bila melihat pada peristiwa banjir tahun 2016 lalu, lokasi evakuasi warga sementara di Kantor Kecamatan Aruta terlihat sepi peminat," jelas Kepala BPBD Kobar Hermon F Lion, Sabtu (18/2/2017).

Menurutnya konstruksi rumah warga yang berbentuk panggung serta adanya rumah keluarga di lokasi yang letaknya lebih tinggi, membuat mereka enggan ke tempat pengungsian yang disediakan pemerintah, seperti yang terjadi tahun lalu. (WAHYU KRIDA/B-10)