BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran Kota Palangka Raya sampai saat ini terabaikan. Bukti pembangunan infrastruktur yang tidak pernah disentuh salah satunya wilayah Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu.
Di Kelurahan Banturung ini warga mengeluhkan rusaknya Jalan Padat Karya 2. Sudah lebih dari 4 masa kepemimpinan camat Bukit Batu berganti, namun kondisi jalan perdesaan ini tetap tidak kunjung dibangun oleh pemerintah daerah.
"Jalan Padat Karya terletak di belakang markas Brimob Polda Kalteng. Jalan ini penghubung antara Kampung Baru dan Jalan Upung. Jalan ini juga merupakan akses utama menuju kompleks pemakaman kristen, muslim, dan kaharingan," tulis Agung kepada Borneonews.co.id.
Agung yang juga warga Padat Karya 2 ini menuturkan jalan di depan rumahnya ini diaspal dengan kerikil biasa terakhir pada 2000-an dan kini kondisinya rusak parah, sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor dan sepeda pancal.
"Kondisi batu pondasi jalan banyak lepas dan berhambutran di tengah jalan. Belum lagi lubang cukup besar hingga di tengah jalan. Batu-batu jalan yang terlepas itu tajam, tak jarang kendaraan yang melewatinya bocor. Beberapa kali juga terjadi kecelakaan yang menyebabkan para pengendara terluka setelah jatuh karena menabrak batu-batu yang lepas itu," tulisnya lagi.
Agung sangat menyayangkan sudah sering berganti masa kepemimpinan camat Bukit Batu, namun Jalan Padat Karya 2 tak kunjung diperbaiki. "Kami sangat membutuhkan perhatian pemerintah, sekiranya jalan ini bisa cepat diperbaiki, sehingga anak-anak kami bisa nyaman berangkat sekolah dan warga bisa beraktivitas tanpa takut terjadi kecelakaan.
Lokasi jalan ini sendiri sebenarnya tidak jauh dari kantor kecamatan," tandasnya. (ROKIM/B-6)
Di Kelurahan Banturung ini warga mengeluhkan rusaknya Jalan Padat Karya 2. Sudah lebih dari 4 masa kepemimpinan camat Bukit Batu berganti, namun kondisi jalan perdesaan ini tetap tidak kunjung dibangun oleh pemerintah daerah.
"Jalan Padat Karya terletak di belakang markas Brimob Polda Kalteng. Jalan ini penghubung antara Kampung Baru dan Jalan Upung. Jalan ini juga merupakan akses utama menuju kompleks pemakaman kristen, muslim, dan kaharingan," tulis Agung kepada Borneonews.co.id.
Agung yang juga warga Padat Karya 2 ini menuturkan jalan di depan rumahnya ini diaspal dengan kerikil biasa terakhir pada 2000-an dan kini kondisinya rusak parah, sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor dan sepeda pancal.
"Kondisi batu pondasi jalan banyak lepas dan berhambutran di tengah jalan. Belum lagi lubang cukup besar hingga di tengah jalan. Batu-batu jalan yang terlepas itu tajam, tak jarang kendaraan yang melewatinya bocor. Beberapa kali juga terjadi kecelakaan yang menyebabkan para pengendara terluka setelah jatuh karena menabrak batu-batu yang lepas itu," tulisnya lagi.
Agung sangat menyayangkan sudah sering berganti masa kepemimpinan camat Bukit Batu, namun Jalan Padat Karya 2 tak kunjung diperbaiki. "Kami sangat membutuhkan perhatian pemerintah, sekiranya jalan ini bisa cepat diperbaiki, sehingga anak-anak kami bisa nyaman berangkat sekolah dan warga bisa beraktivitas tanpa takut terjadi kecelakaan.
Lokasi jalan ini sendiri sebenarnya tidak jauh dari kantor kecamatan," tandasnya. (ROKIM/B-6)








