BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah apiknya kinerja keuangan perusahaan perkebunan asal Malaysia, Ta Ann Holdings Bhd, tidak serta merta mendorongnya untuk melakukan ekspansi perkebunan sawit ke Indonesia.
Harga saham perusahaan yang bermarkas di Sibu, Malaysia, ini melonjak lebih dari 10% dalam dua bulan terakhir berkat dukungan menguatnya harga minyak sawit mentah CPO).
Pada perdagangan Jumat (17/2/2017), harga saham Ta Ann, seperti dilansir The Star, ditutup menguat 1 sen menjadi RM4,13 per saham.
Sejumlah analis juga memperkirakan tingginya harga CPO akan menjadi kunci pertumbuhan bagi kinerja keuangan Ta Ann group pada tahun fiskal 2017, di tengah bergejolaknya bisnis kayu yang juga digeluti perusahaan ini.
Untuk tahun fiskal 2017 yang berakhir pada 31 Desember, perusahaan riset PIVB memperkirakan Ta Ann akan membukukan laba bersih sebesar RM139,3 juta dari pendapatan sebesar RM1,07 miliar. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi tahun fiskal 2016 dengan laba bersih RM122,4 juta dan pendapatan RM1,03 miliar.
PIVB juga memperkirakan segmen kayu Ta Ann akan tetap lamban, sedangkan segmen perkebunan akan tumbuh solid berkat kuatnya harga CPO dan pertumbuhan produksi.
Namun demikian, meski performa sektor sawit sedang bertumbuh cepat, Ta Ann tidak berencana melakukan ekspansi ke Indonesia. Managing director dan CEO Ta Ann, Datuk Wong Kuo Hea, mengatakan hal itu kepada StarBiz, seraya menyebutkan bahwa pihaknya kini masih akan melakukan ekspansi lahan sawit di Sarawak, Malaysia. (NEDELYA RAMADHANI/m)








