BORNEONEWS, Sukamara – Jembatan penghubung antar-desa yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara di Kecamatan Pantai Lunci dinilai mudah rusak karena  berbahan dasar kayu, sehingga kali ini masyarakat meminta dalam rehab kelak diganti dengan konstruksi beton agar bisa bertahan lebih lama.

“Jembatan yang terbuat dari kayu akan cepat rusak contohnya seperti yang terjadi sekarang ini banyak tongkat jembatan yang sudah mulai lapuk,” kata Yoyon warga Desa Cabang Barat, Senin (20/2/2017).

Menurut Yoyon, bahan kayu akan mudah lapuk apabila terendam air laut sebab ada binatang laut yang memakan tiang jembatan sehingga bangunan tidak akan bertahan lama. Terlebih untuk menyambung bagian kayu menggunakan paku besi yang mudah putus termakan karat disebabkan air asin.

“Untuk itu apabila bangunan jembatan ingin lebih kuat dan bisa bertahan lebih lama maka dibangun dengan konstruksi beton saja yang lebih tahan dengan kondisi air asin maupun air sungai,” ujarnya.

Yoyon mengatakan, kalau jembatan di jalan desa tersebut tidak saja dilewati kendaraan roda dua tapi juga  kendaraan roda empat. Sehingga pembangunannya selain harus menggunakan bahan dasar beton juga lebar jembatan harus ditambah menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini.

“Paling tidak jembatan lebih diperlebar lagi agar kendaraan roda empat bisa lebih nyaman,” harapnya. (NORHASANAH/B-5)