BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Agar bisa mendapatkan foto kegiatan keagamaan, namun tidak mengganggu umat yang sedang beribadah, sebaiknya kenali dan pahami lokasi yang akan di foto.

"Apabila Anda baru pertama kali memotret kegiatan keagamaan di tempat ibadah, ajaklah teman yang berpengalaman mengabadikan foto di lokasi sejenis. Minimal datang lebih awal agar mengetahui medan atau mencari informasi dari petugas di lokasi acara," jelas Fadil, fotografer anggota Citra Kecubung Photography Community (CKPC( Pangkalan Bun.

Menurutnya, agar pergerakan selama memotret tidak mengganggu dan membuat diri sendiri menjadi ribet, keluarkan peralatan memotret seperlunya saja. "Tak perlu menurunkan seluruh peralatan dari tas kamera Anda agar tak terlihat mencolok dan menganggu umat yang tengah beribadah," ujarnya.

Selain itu pergunakan lampu kilat atau flash seperlunya, atau memang sangat dan terpaksa digunakan. "Bukan tidak mungkin pancaran sinar flash mengganggu jamaah yang sedang beribadah," jelasnya.

Kemudian agar pergerakan bisa lebih leluasa mundur, maju dan keluar ruangan kegiatan, namun tidak terlalu mengganggu umat yang sedang beribadah. "Kita juga harus jeli untuk memperhatikan celah atau dari sisi mana pergerakan bisa lebih leluasa meotret, tanpa mengganggu kelangsungan ibadah," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-10)