BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak telah melemah dalam tiga sesi berturut-turut, Senin (20/2/2017), ke level terendah sejak 15 November 2016.
Menurut pelaku pasar yang dikutip Reuters, tekanan yang dialami pasar dalam beberapa hari terakhir ini adalah data yang menunjukkan melemahnya permintaan dan tingginya pasokan di pasar.
Futures minyak sawit untuk kontrak Mei, 1FCPOc3, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, Senin, ditutup turun 1,1 persen menjadi 2.827 ringgit ($634,43) per ton.
Adapun volume perdagangan tercatat sebanyak 72.604 lot.
Ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Februari turun 0,8 persen menjadi 733.288 ton dari 739.367 ton pada periode bulan sebelumnya, menurut data Intertek Testing Services.
Sementara surveyor kargo lainnya, yakni Societe Generale de Surveillance, menyatakan ekspor selama periode tersebut meningkat 1,7 persen menjadi 745.564 ton, dari 733.002 ton selama 1-20 Januari. (NEDELYA RAMADHANI/m)








