BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para ibu rumah tangga sepertinya harus berhati-hati saat membeli cabai rawit di pasar tradisional. Sebab diduga beredar komoditas cabai yang mengandung zat kimia.
Bahan kimia tersebut digunakan para distributor dari Jawa untuk membuat cabai cepat masak dan berwarna cerah dalam hitungan jam. Fatalnya, bahan kimia yang disemprotkan di cabai mengakibatkan cabai cepat membusuk.
Menurut sumber Borneonews yang merupakan pedagang di salah satu pasar tradisional di Pangkalan Bun, cabai yang masih hijau dan belum waktunya panen disemprot bahan kimia sehingga masak dalam hitungan jam.
Hal ini dibenarkan salah satu petani cabai rawit di Pangkalan Bun, Imam Kusno. Ia menceritakan bagaimana proses penyemprotan bahan kimia ke cabai yang belum masak. Menurutnya, cabai yang belum merah (masih hijau) atau biasa di Jawa disebut etrelan sebelum dikirim ke kota tujuan, secara bersamaan disemprotkan bahan kimia. Biasanya penyemprotan dilakukan pada malam hari.
Kemudian cabai rawit hijau tersebut ditutupi terpal. Keesokan paginya, cabai rawit yang semula berwarna hijau akan berubah menjadi merah cerah. "Ini saya buka saja, kebanyakan cabai dari jawa masih etrelan (belum berwarna merah) untuk membuat tampilan cabai seperti masak berwarna merah cerah maka dilakukan proses penyemprotan," ungkap Kusno, Selasa (21/2/2017).
Menurutnya, cabai rawit yang berbahan kimia cepat sekali mengalami proses pembusukan. Dalam dua hari cabai rawit dipastikan akan busuk. (KOKO SULISTYO/B-2)








