BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelabuhan Bukit Pinang yang terletak di Kelurahan Tanjung Pinang, Kota Palangka Raya, diharapkan bisa menjadi cikal bakal ‘pengeruk’ pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Provinsi Kalteng.

Menurut Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, posisi Pelabuhan Bukit Pinang sangat strategis. Bahkan bisa jadi sumber PAD bila dimanfaatkan dengan baik dan didukungan infrastruktur memadai.

Namun, semua itu tidak akan tercapai bila persoalan infrastruktur jalan yang masih buruk tidak segera diatasi. Karena itu, ia meminta jalan tembus menuju Pelabuhan Bukit Pinang yang masih rusak (diperkirakan sepanjang 4 kilometer) bisa segera fungsional pada tahun ini.

“Kalau fasilitas ditambahi, ditingkatkan, menjadi memadai, kita bisa wajibkan perusahaan sekitar tidak lagi menggunakan pelabuhan ilegal, tidak lagi merusak jalan, semua harus masuk lewat sini dan potensinya besar karena ada dua kabupaten yang ada perusahaannya pasti memanfaatkan jalur pelabuhan ini,” kata Gubernur, Selasa (21/2/2017).

Ia melanjutkan, selama ini lalu lintas armada perusahaan di perairan cukup ramai. Namun, karena tidak ada fasilitas dermaga yang memadai, perusahaan akhirnya mengalihkan ke tempat tambat lainnya. Hal itu menyebabkan pemerintah kehilangan potensi penerimaan bagi daerah.

“Harus kita rebut dan maksimalkan. Hitung saja berapa nilai tambah nantinya yang balik ke daerah dan masyarakat sekitar. Nah kendala jalan yang masih kurang 4 km itu harus diselesaikan dan secepatnya fungsional,” kata Gubernur.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Pulang Pisau yang membawahi wilayah kerja Palangka Raya, Otto Patriawan, mengatakan bahwa potensi penerimaan daerah dari sektor pelabuhan, khususnya Bukit Pinang, cukup besar. Untuk mengakomodasi potensi itu, ia menyarankan dibentuk badan usaha pelabuhan (BUP).

“Jadi nantinya yang mengurusi adalah badan itu. Bisa juga nanti BUP ini dibentuk oleh perusahaan daerah. Intinya sama, memberikan pundi-pundi PAD kepada daerah, asalkan dikelola dengan baik,” kata Otto. (Roziqin/B-3)