BORNEONEWS, Muara Teweh - Kawasan lokalisasi dan tempat hiburan malam Lembah Durian, yang lazim disebut Merong di Jalan Negara Muara Teweh – Puruk Cahu Km 3,5 ini hangus terbakar, Rabu (22/02) sekitar pukul 02.30 WIB.

Hingga Rabu siang, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Tetapi asal api diduga dari kamar depan wisma Primadona, milik Bagong. Wisma ini ditempati empat orang pekerja seks komersial (PSK) pada saat itu. Namun saat kejadian, kebetulan kamar depan sedang kosong.

Tanpa diduga api muncul begitu saja di kamar nomor satu (bagian depan) wisma Primadona. Sekitar 30 menit kemudian, lalu api membesar dan menghanguskan wisma yang terbuat dari kayu ini. Empat orang penghuni kalang kabut. Mereka sibuk mencari jalan keluar.

Tetapi nahas, salah satu penghuni bernama Julia alias Yaya (21) tidak dapat menyelamatkan diri, saat teman-temannya keluar dari kobaran api lewat pintu belakang. Korban tewas seketika di tempat kejadian, kendati sudah berupaya menceburkan diri ke dalam drum air di kamar mandi.

Diungkapkan Riana (18) teman salah satu korban meninggal, bahwa sebelumnya dia mengaku telah menarik tangan korban, dan mengajak untuk keluar dari pintu belakang. Tetapi korban malah lari ke arah kamar mandi.

Menurut informasi yang dihimpun Borneonews dari beberapa warga, api berasal dari kamar depan wisma Primadona. Ketika api sedang membara, kondisi cuaca di lokasi kebakaran tidak menguntungkan. Saat bersamaan, angin bertiup cukup kencang.

Seketika itu pula, api menyambar wisma yang berada disebelah kiri dan kanan lantas menyeberang ke wisma yang berada tepat di depan wisma Primadona. Api pun semakin ganas dan menghanguskan 16 rumah. (RAMADHANI/B-8)