BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sejak Rabu (22/2/2017) hingga Kamis (23/2/2017) ini debir air Sungai Kahayan meluap. Akibatnya, aktivitas feri penyebrangan di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas untuk sementara dihentikan. Pasalnya, jalan menuju feri banyak kayu atau ranting yang hanyut terbawa arus sungai, sehingga sangat beresiko.
Dengan berhentinya sementara aktivitas feri, makamasyarakat yang ingin menyebrangi Sungai Kahayan menuju jalan lintas Kuala Kurun-Palangka Raya harus memutar melewati Jembatan Batu Mahasur di bagian hulu Kuala Kurun.
"Nampaknya feri tak beraktivitas seperti biasa, jadi kendaraan roda dua maupun roda empat harus melewati jembatan bila ingin menyebrang," kata warga Kuala Kurun, Wanto saat dibincangi Borneonews.co.id, Kamis (23/2/2017.
Warga lainnya, Udin menambahkan dengan tidak beroperasinya feri Kuala Kurun tentu masyarakat yang ingin menyebrang harus memutar jauh. "Untuk sementara kami menyebrang melawati jembatan, namun jika feri beroperasi kembali, menggunakan jasa feri penyebrangan," ucapnya. (EPRA SENTOSA/B-6)








