BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi beli pelaku pasar, Rabu (22/2/2017), berhasil mengangkat kembali harga minyak sawit setelah beberapa sesi sebelumnya melorot hingga ke level terendah tiga bulan.
Menurut pelaku pasar di Kuala Lumpur, seperti dikutip Reuters, rendahnya harga minyak sawit yang tertekan dalam beberapa sesi terakhir, mendorong aksi beli (bargain buying) pada sesi kedua perdagangan Rabu.
Futures minyak sawit untuk kontrak Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,9 persen menjadi 2.809 ringgit ($631) per ton pada penutupan perdagangan kemarin. Pada sesi pertama, harga sempat jatuh ke level 2.763 ringgit, yang merupakan level terendah sejak 7 November.
Tercatat volume perdagangan sebanyak 97.813 lot.
"Pasar menguat utamanya karena bargain buying setelah turun tajam sehari sebelumnya," katanya.
Seiring semakin rendahnya harga, ujarnya, banyak pelaku pasar yang mengambil posisi beli, sehingga membuat aksi jual yang dalam empat sesi terakhir mewarnai pasar, mulai mereda.
Rebound harga minyak sawit sebelumnya sudah diperkirakan oleh analis pasar dari Reuters untuk teknikal komoditas dan energi, Wang Tao, seperti dilansir Reuters, Selasa (21/2/2017).
"Jika melihat pola pergerakannya, analisis proyeksi Fibonacci dan channel menurun, harga minyak sawit berpeluang berbalik arah menuju level RM2.914," katanya.
Sementara itu di pasar komoditas global, pergerakan harga minyak nabati pesaing sawit bervariasi. Contohnya minyak kedelai di Chicago Board of Trade yang menguat 0,9 persen, sedangkan minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange turun 0,5 persen.
Untuk olein sawit kontrak Mei di Dalian Commodity Exchange melemah 0,5 persen. (NEDELYA RAMADHANI/m)








