BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sejumlah warga di Jalan Ahmad Yani, Km 02, Tamiang Ampah, Kabupaten Barito Timur, mengeluhkan aroma tidak sedap yang muncul dari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal mereka.
Tumpukan sampah tersebut mengeluarkan bau tidak sedap lantaran petugas pengangkut sering terlambat mengambilnya untuk kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Barito Timur Unriu Ngubel angkat bicara. Menurut dia, masyarakat hendaknya tidak hanya bergantung pada petugas persampahan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka.
Pasalnya, sarana pendukung yang dimiliki petugas kebersihan saat ini belum mencukupi. Selain itu, jumlah petugas kebersihan juga masih terbatas.
"Dalam hal ini, seharusnya masyarakat bisa kerjasama dengan petugas, agar lingkungan tempat tinggal mereka tidak tercemar dan berbau akibat sampah," katanya saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (23/2/2017).
Selain itu, Unriu Ngubel turut mengimbau petugas kebersihan agar bisa sebaik mungkin memanfaatkan atau menggunakan fasilitas yang dimiliki, supaya tidak terjadi lagi keterlambatan saat beroperasi.
"Saya harap para petugas sampah agar bisa kiranya menggunakan dan memanfaatkan sarana yang kurang mencukupi tersebut sebaik mungkin," kata dia. (MULTI SAPUTRA/B-3)








