BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Rogan Gunawan, khawatir palaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini terganggu pemadaman listrik.

Menurut Rogan, peristiwa itu sudah pernah terjadi saat SMAN 1 Tamiang Layang menggelar uji coba UNBK pada bulan lalu. Saat itu, listrik padam dari pukul 08.00 sampai 13.00 WIB. Akibatnya, pelaksanaan uji coba pun tertunda sekitar lima jam.

"Listrik padam sejak pukul 08.00 hingga 13.00. Kejadian itu mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan uji coba untuk menghadapi UNBK di bulan April nanti, yakni pada tanggal 10-13," kata Rogan saat ditemui di ruang kerjanya. Kamis (23/2/2017).

Ia melanjutkan, SMAN 1 Tamiang Layang sebenarnya memiliki mesin genset, namun tidak sanggup menyuplai listrik untuk keperluan UNBK.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Rogan berharap peristiwa padamnya listrik tidak sampai terjadi pada pelaknsaan UNBK sebab soal dan jawaban hasil ujian peserta dikirim melalui internet.

"Kami melakukan evaluasi langsung dan membuat kesepakatan dengan pihak PLN Barito Timur, yakni memberikan jadwal uji cba untuk UNBK nanti," ucap dia.

Terkait kesepakatan tersebut, pihak PLN telah menindaklanjutinya dengan membuat kesepakatan lagi dengan manajemen PLTU Rimau Jaweten, Barito Timur dan kepala PLN Amuntai, Kalsel.

"Selain PLN, PLTU, dan kepala PLN Amuntai, kami juga sempat mengajak pihak Telkom Dusun Timur untuk kerjasama terkait pelaksanaan UNBK di bulan April nanti," tutur Rogan. (MULTRI SAPUTRA/B-3).