BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kotawaringin Barat (Kobar) menyiapkan lahan sekitar 38 hektare untuk pengembangan tanaman hortikultura, berupa bawang merah dan cabai. Selain itu, juga disipakan sekurangnya 12 hektare lahan untuk penangkaran dua jenis bumbu dapur tersebut.
"Kami tahun ini menyiapkan lahan untuk pengembangan dan penangkaran bawang merah dan cabai di Kabupaten Kobar, tujuannya untuk meningkatkan produksinya," kata Kepala DTPHP Kobar, Kamaludin, Kamis (23/2/2017).
Ia menerangkan meskipun di Bumi Marunting Batu Aji bukan tempat yang sangat cocok untuk menanam bawang merah dan cabai, namun pihaknya menginginkan agar kebutuhan pasar dua produk bumbu dapur ini tidak melulu tergantung luar daerah.
Selain itu, jika pengembangan di Kobar berhasil maka akan bisa menekan permainan harga. Lahannya sudah disiapkan di beberapa kecamatan antara lain di Arut Selatan, Kumai, Arut Selatan, dan Pangkalan Lada.
"Di tempat aslinya produksi bawang merah ini bisa sampai 9,8 ton per hektare. Sedangkan di Kobar bisa menapai 5 sampai 6,5 ton perhektare. Itu tidak buruk untuk hasilnya, permintaan pasar di Kobar juga sangat tinggi. Jadi sudah saatnya produksi sendiri," kata dia.
Nantinya, lahan yang disiapkan untuk pengembangan bawang merah dan cabai ini akan digarap oleh gabungan kelompok tani (gapoktan) yang sudah terbentuk sebelumnya. "Kelompok taninya sudah ada, tinggal action-nya," jelasnya. (CECEP HERDI/B-10)








