BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolda Kalteng Brigadir Jenderal Polisi Anang Revandoko mengaku menjunjung tinggi budaya 'Huma Betang' di Bumi Tambun Bungai. Dia juga yakin budaya 'Huma Betang' dapat membawa Kalteng menjadi lebih baik.
"Dan yang paling penting, musyawarah mufakat menjadi paling utama dalam menyelesaikan masalah demi mempertimbangkan kearifan lokal. Penegakan hukum menjadi upaya paling terakhir," demikian pernyataan Kapolda yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu, Kamis (23/2/2017) sore.
Pambudi menuturkan, pernyataan tersebut disampaikan Kapolda ketika melakukan pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng pada Kamis pagi.
Perwakilan dari MUI yang hadir di antaranya, Wakil Ketua Umum Anwar Isa. Ketua Bidang Ukhuwah Abdul Wahid Aha, Ketua Bidang Pendidikan M Amin Suhaimi, Sekretaris Umum Syamsuri Yusup, Bendahara Umum Eddy Raya Samsuri, Ketua Komisi Fatwa Chairuddin Halim, dan Komisi Litbang Moch Anwar.
"Maksud kedatangan perwakilan MUI Kalteng tersebut yakni silaturahim balasan, setelah Bapak Kapolda dulu pernah bersilturahim ke MUI. Dalam perbincangan itu, Kapolda mengharapkan toleransi antarumat beragama yang sudah bagus ini terus dijaga sebagaimana falsafah 'Huma Betang'," ungkap Pambudi.
"Disisi lain, pihak MUI juga mendukung Polda Kalteng dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas," imbuhnya.
Pambudi melanjutkan, Kapolda juga sempat bercerita tentang beberapa peristiwa yang terjadi, seperti di wilayah Poso, Ambon, dan Papua. "Pada intinya Kapolda menceritakan bahwa ada masalah itu tidak enak. Alhamdulillah di Kalteng situasinya cukup kondusif. Oleh sebab itu, perlu didukungan semua pihak karena kamtibmas kondusif berkat kerjasama semua pihak," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-3)








