BORNEONEWS, Palangka Raya – Ada obsesi dan harapan besar ketika Pelabuhan Bukit Pinang, yang terletak di Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Rata, benar-benar dioperasikan.
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran ingin pelabuhan itu membawa manfaat yang besar setelah pembangunan terakhir dilakukan sekitar 2011 lalu.
Paling tidak, berdampak pada terangkatnya masyarakat sekitar dari pasung pengangguran dan kesulitan ekonomi. Karena bergeraknya sektor ekonomi riil akibat hilir mudiknya kapal yang bersandar di pelabuhan tersebut.
Dalam skala yang lebih makro, akan menguntungkan daerah melalui pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD), baik dari sektor pajak maupun retribusi. Dampak lainnya, dengan beroperasinya pelabuhan maka tidak ada lagi terminal khusus liar di sepanjang Sungai Kahayan.
“Imbas ketika pelabuhan beroperasi kan menggerakkan sektor ekonomi riil lainnya. Ini yang kita inginkan agar masyarakat mudah bekerja karena peluang kerja ada. Maka dari itu terus kita dorong,” ungkap Gubernur, Kamis (23/2/2017).
Seperti diketahui, Pelabuhan Bukit Pinang itu masih belum bisa operasional karena kendala jalan yang masih belum fungsional sepanjang 5,6 km. Pihak kesyahbanadaran, berjanji akan mengoperasionalkan pelabuhan ketika akses jalan sudah fungsional. (ROZIQIN/B-3)








