BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 2.806 warga tidak mampu di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sudah terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI. Ribuan warga dari berbagai macam latar belakang itu tersebar di enam kecamatan di Kobar.
"Warga tidak mampu di Kobar yang sudah menjadi peserta PKH sebanyak 2.806 orang. Mereka mendapat bantuan setiap tahunnya berupa uang tunai dai pemerintah pusat," kata Koordinator PKH Kobar, Imam Buhari, Jumat (24/2/2017).
Bantuan yang diberikan sebanyak empat kali per tahunnya, itu besarannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan waga yang menerimanya. Di antaranya bantuan untuk anak di bawah usia 6 tahun sebesar Rp1,2 juta per tahun. Bantuan peserta didik setara SD/sederajat Rp450 ribu per tahun. Peserta didik setara SMP/MTs Rp750 ribu per tahun. Bantuan untuk anak setara siswa SMA Rp1 juta per tahun.
Kemudian ada bantuan tunai untuk penyandang disabilitas berat Rp3,1 juta per tahun, serta bantuan untuk warga lansia di atas 70 tahun sebesar Rp1,9 juta per tahun.
"Ribuan peserta PKH ini dimonitor terus untuk memastikan keadaan perekonomiannya oleh 16 pendamping dan 2 operator PKH Kobar. Jika mereka taraf hidup perekonomiannya sudah tidak termasuk masyarakat tidak mampu, maka akan kami coret dari peserta PKH. Itu salah satunya tugas kami menjadi pendamping di Kabupaten," katanya. (CECEP HERDI/B-10)








