BORNEONEWS, Palangka Raya - Tenaga Psikolog di Palangka Raya, Cahaya Afriani Napitupulu menilai buku bermuatan masturbasi jelas menyalahi aturan dan kontraproduktif bagi anak-anak. Buku anak-anak diharapkan berperan membantu anak belajar sesuatu yang baik.
Meski buku berjudul "Aku Berani Tidur Sendiri" yang bermuatan masturbasi di dalamnya belum ditemukan peredarannya di Palangka Raya, namun bukan berarti bisa dipastikan tidak ada. Pasalnya, penjualan buku itu menggunakan sistem online. Sehingga, sangat sulit untuk melacak siapa pembelinya.
"Iya, dimana pun beredarnya, itu jelas keliru. Isinya justru menstimulasi anak untuk mencoba, dalam tanda kutip ide permainan yang menyenangkan. Kalau anak yanh baca, wah bahaya, pasti ingin mencoba," jelas psikolog yang juga menjadi dosen di salah satu kampus di Palangka Raya ini, Jumat (24/2/2017).
Muatan buku itu tetap salah, tegas Cahaya, meski tujuannya untuk orang tua dan guru dengan ending cerita mengingatkan bahwa perilaku masturbasi itu keliru. Cahaya beranggapan tetap saja buku ini tidak pas karena judulnya belajar mengendalikan diri.
"Jika anak sudah membaca ini dan mengilhaminya, akan sulit untuk mengalihkannya lagi. Yang perlu teliti adalah orang tua yang memfasilitasi dan memberi stimulasi pada anak. Jangan cuma bisa menyediakan buku-buku bergambar anak, tapi orang tua dan guru perlu teliti melihat isi dan memahami perkembangan anak," tandas lulusan Universitas Gadjah Mada ini. (TESTI PRISCILLA/B-8)








