BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Sebagian petani Kuala Pembuang terpaksa harus melakukan penanaman padi dengan kondisi lahan yang digenangi air sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya, musim tanam telah tiba, sehingga mereka tetap menanam meski sawah tergenang air cukup tinggi. Sawah petani saat ini terendam air, di musim hujan. 

"Berapa hari ini hujan membuat lahan kita banyak terendam air hingga ada yang mencapai lutut orang dewasa. Sedangkan kita dikejar waktu masa tanam, sebelum musim kemarau tiba," kata Prayitno, petani Beriut kepada Borneonews, Sabtu (25/2/2017).

Prayitno mengaku, alasan dia baru bisa memulai kegiatan penanaman lebih karena disebabkan terbentuk biaya yang digunakan untuk pengolahan lahan usai panen tahun lalu.

"Selain membutuhkan biaya buat pengolahan lahan, saat penggarapan pun masih dibutuhkan biaya tambahan lain untuk keperluan pembasmian gulma yang tumbuh saat memulai masa tanam. Belum lagi hasil panen tahun lalu sampai sekarang susah dijual, jarang ada yang beli dengan harga standar," ujarnya.

Ketinggian air pada lahan, tambah dia, dipastikan akan meninggi karena turunnya hujan lebat yang terjadi mulai tengah malam hingga subuh tadi (Sabtu, 25/2/2017).

"Memang menanam padi di tengah kondisi lahan terendam air hujan ini agak menyulitkan kita untuk mempercepat proses penanaman," ungkapnya. (PARNEN/N).