BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pihak SD Negeri Tuwung 2 menolak penggabungan sekolah tersebut dengan SDN Tuwung 1, Kecamatan Kahayan Tengah. Wacana penggabungan itu muncul setelah Bupati Pulang Pisau, Edy Pratowo melakukan peninjauan ke SDN Tuwung 2.
Kepala SDN Tuwung 2 Nurlise mengatakan sekolah yang dipimpinnya itu sudah berdiri sejak 1986. Sementara SDN Tuwung 1 dekat sekolah tersebut baru saja dibangun karena lokasi sebelumnya sering kebanjiran.
"Harapan saya pemerintah tetap mengusahakan untuk direhab atau bantuan bangunan yang baru. Kita masih kekurangan kelas. Kita berusaha untuk mempertahankan yang sudah ada," katanya.
Alasan lainnya, kata Nurlise, siswa-siswa di sekolahnya berprestasi dan banyak meraih penghargaan serta juara di kegiatan luar sekolah.
"Kita sebagai guru tetap semangat meski kantor tidak ada. Kita berusaha menciptakan pendidikan yang baik untuk siswa di sini," tegas dia. (JAMES DONNY/B-11)








