BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga RT 32 Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Minggu (26/2/2017) sawadaya membangun gorong-gorong serta membersihkan parit pinggir jalan. Mereka mengaku mengumpulkan sumbangan dari tiap warga dan sebagian disumbang dari perusahaan Jaya Beton untuk mengecor jembatan di atas gorong-gorong tersebut.

"Kami bergotong royong membersihkan parit ini, soalnya kalau hujan sering mampet dan membuat jalanan jadi banjir," kata ketua RT 32, Sumardi sambil menunjukkan galian parit yang tengah dibersihkan warga.

Ia berharap Pemkab Kobar memperhatikan kondisi tersebut. Pasalnya, jalan menuju perkampungan warga belum dibangun parit. Imbasnya saat hujan, jalanan yang juga masih tanah merah tergenang air hingga ketinggian 50 centimeter (cm).

"Kami berharap pemerintah segera membangun sarana ini untuk kenyamanan warga. Kami statusnya kan Kelurahan jadi tidak seperti desa punya ADD untuk pembangunan jalan. Kami berharap pemerintah Kabupaten yang membangun," kata Sumardi.

Warga lainnya yang ikut membantu membersikan sampah dan menimbun jalan dengan tanah mengaku sudah beberapa kali mengusulkan pembuatan parit dan pengecoran jalan kepada pemerintah Kabupaten. Namun hasilnya selalu nihil.

"Mudah-mudahan dengan gotong-royong ini, pemerintah tersentuh hatinya dan mau mengecor jalan serta parit agar warga merasa aman dan nyaman," katanya.

Jalan pemukiman warga tersebut kurang lebih memiliki panjang 75 meter. Ada dua gang yang kondisinya masih timbunan tanah dan belum memiliki drainase.

Hendi, pemilik warung di sekitar jalan tersebut juga berharap hal yang sama. Dirinya cukup prihatin ketika hujan.

"Banjir mas, jalannya becek karena saluran airnya minim. Bahkan dari pemukiman warga tidak ada paritnya. Saya berharap ini segera dibangun, bukti agar pembangunan merata dan tidak hanya di perkotaan saja," pinta dia.

Di RT 32 sendiri, kurang lebih ada sekitar 300 kepala keluarga (KK). Rata-rata, jalan perkampungan di wilayah ini masih berupa timbunan tanah dan belum tersentuh pembangunan.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kobar, Erdy Setiawan menyambut baik permintan warga tersebut. Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan segera mengecek kondisi yang dikeluhkan masyarakat tersebut.

"Terimakasih informasinya, saya akan turunkan bagian pengecekan untuk survei ke sana mas. Nanti kita lihat apakah pembangunannya masuk ke Bidang SDA atau Bina Marga. Itu pasti akan dibangun jika kondisinya demikian," kata Erdy. (CECEP HERDI/B-5)