BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kampung Beriwit yang menjadi salah satu pemukiman padat penduduk berada di Jalan Merdeka Hulu, Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya terendam banjir. Ketinggian air di atas lutut orang dewasa.
Pantauan Borneonews.co.id, Minggu (26/2/2017) sore, lokasi banjir dijadikan kumpulan anak-anak bermain. Beberapa orang dewasa juga memanfaatkan momen banjir untuk membersihkan motornya.
Sarip, warga Kampung Beriwit mengatakan permukiman tempatnya tinggal ini memang sejak dulu menjadi langganan banjir bila kondisi Sungai Barito meluap.
"Sudah menjadi langganan banjir dan kami sudah biasa dengan kondisi seperti ini," ungkap Sarip saat dibincangi sambil membersihkan motornya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, akses masuk dari kota Puruk Cahu mulai terputus akibat kondisi debit air Sungai Barito terus naik.
Ada tiga desa yang cukup dekat dengan Puruk Cahu dan sekarang terputus akibat banjir. Yakni Desa Juking Pajang, Bahitom, dan Danau Usung. (SUPRI ADI/B-6)
Pantauan Borneonews.co.id, Minggu (26/2/2017) sore, lokasi banjir dijadikan kumpulan anak-anak bermain. Beberapa orang dewasa juga memanfaatkan momen banjir untuk membersihkan motornya.
Sarip, warga Kampung Beriwit mengatakan permukiman tempatnya tinggal ini memang sejak dulu menjadi langganan banjir bila kondisi Sungai Barito meluap.
"Sudah menjadi langganan banjir dan kami sudah biasa dengan kondisi seperti ini," ungkap Sarip saat dibincangi sambil membersihkan motornya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, akses masuk dari kota Puruk Cahu mulai terputus akibat kondisi debit air Sungai Barito terus naik.
Ada tiga desa yang cukup dekat dengan Puruk Cahu dan sekarang terputus akibat banjir. Yakni Desa Juking Pajang, Bahitom, dan Danau Usung. (SUPRI ADI/B-6)








