BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kondisi air yang terus mengalami kenaikan membuat sejumlah desa yang berada sekitar aliran Sungai Barito, Kabupaten Murung Raya (Mura) mengamalami banjir dan bahkan akses jalan masuk menuju desa terputus. Praktis kondisi ini seolah ruas jalan berubah menjadi sungai.
Terpustusnya jalan darat ini tidak serta merta membuat warga kehilangan akal, buktinya akibat banjir tersebut moda transfortasi sungai yang biasanya hanya ada di Sungai Barito kini dialihkan ke jalan yang mengalami banjir. Apalagi ketinggian air di jalan ada yang mencapai tiga meter.
Contohnya seperti yang terjadi di Desa Juking Pajang, Kecamatan Murung kini, perahu kecil bermesin terlihat hilir mudik guna mengantar warga yang ingin menyeberang dari desa tersebut menuju Kota Puruk Cahu.
"Kalau kondisi seperti ini (banjir) perahu yang biasanya ada di Sungai Barito kami alihkan ke jalan masuk desa yang tengah mengalami banjir. Ini juga menjadi mata pencaharian kami sebab warga yang ingin menyebrang dikenakan biaya Rp 5 ribu," ungkap Anto, warga Desa Juking Pajang, Senin (27/2/2017).
Sementara itu, Rofiq salah seorang petugas BPBD Mura yang sejak pagi berada dilokasi banjir mengatakan sampai saat ini ketinggian banjir masih mengalami kenaikan.
"Masih naik, level ketinggian air sungai sudah mencapai 6,40 centimeter. Alat pengukur kedalaman air (pelilschaal) itu kami pasang di Sungai Barito untuk mengetahui kondisi sungai apakah turun atau mengalami kenaikan," jelasnya. (SUPRI ADI/B-5)








