BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala SMK Budi Mulya, Sulistiani menilai pelaksanaan ujian dengan sistem UNBK (ujian nasional berbasis komputer) malah lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan kertas dan pensil 2B.

"Malah lebih efisien kata anak-anak, malah jadi lebih gampang pelaksanaan ujiannya," ungkap Sulistiani kepada Borneonews.co.id, Senin (27/2/2017).

SMK Budi Mulya mulai tahun ini melaksanakan UNBK, tapi karena belum terakreditasi sehingga pelaksanaannya ikut menginduk pada SMKN 4 Palangka Raya.

"Memang secara administrasi SMK Budi Mulya harusnya ikut induk di SMKN 7 di Kalampangan. Tapi karena jarak kita usulkan ikut di SMKN 4. Kalau di SMKN 4 kan anak-anak bisa jalan kaki karena sekolahnya ada di Temanggung Kayapi," ungkapnya.

Semua SMK dikatakannya wajib mengikuti UNBK sehingga semua sekolah, kecuali SMK 8 mengusahakan agar bisa melaksanalannya. "SMK peraturannya harus ikut UNBK, jadi walaupun di sekolah kita belum ada server kita bisa nginduk ke SMK lain," tutur wanita yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

UNBK yang memang baru dilaksanakan tahun ini sehingga pada 13-14 Februari 2017 lalu SMK Budi Mulya sudah mengikuti pelaksanaan simulasi.

"Baru satu kali simulasi, nanti Maret mungkin simulasi lagi tapi belum tau tanggalnya. Karena ujiannya kan tanggal 3 April. Yang diuji mata pelajaran matematika, bahasa indonesia, bahasa inggria dan teori kejuruan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)