BORNEONEWS, Pangkalan Bun -Tingginya intensitas curah hujan di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat membuat volume air Sungai Arut meluap lagi. Akibatnya, puluhan rumah di bantaran Sungai Arut di Pangkut, kembali terendam air.

Lurah Pangkut Thomas Nasir mengatakan sebanyak 20 rumah dari lima RT di Kelurahan Pangkut sudah terendam banjir hingga ketinggian 1 meter.

"Di Kelurahan Pangkut ada 7 RT dengan total jumlah penduduk 600 kepala keluarga. RT 1 sampai RT 5 yang paling parah terdampak dari banjir," kata Thomas, Senin (27/2/2017).

"Sampai tadi pagi ketinggian mencapai satu meter lebih, ini hujan masih belum reda pasti air akan terus naik," tambahnya.

Meski air makin tinggi, namun warga Pangkut yang rumahnya terendam air masih mengungsi. Sebagian besar warga lebih memilih bertahan di atas balai-balai yang dibuat di dalam rumah.

Sekretaris Camat Arut Utara, Indera Wardana mengatakan selain di Kelurahan Pangkut, banjir parah juga terjadi di Desa Nanga Mua. "Total ada lima desa dan satu kelurahan yang mengalami banjir karena luapan sungai Arut," kata dia.

Banjir dua pekan lalu sempat surut di Pangkut. Namun, kembali lagi terjadi setelah hujan dalam beberapa hari terakhir. (CEEP HERDI/B-10)