BORNEONEWS, Pangkalan Bun - MTs Negeri Pangkalan Bun menjadi satu-satunya madrasah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang menyatakan siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri.

Kepada Borneonews, Pelaksana Tugas Kasi Penyelenggaraan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kobar, Yusra Marwan membenarkan hal itu. Di Kabupaten berjuluk Marunting Batu Aji, ada 16 Madrasah.

"Ada 14 MTs Swasta dan dua di antaranya negeri. Tahun ini baru MTs Negeri Pangkalan Bun yang siap menggelar UNBK," beber Yusra Marwan, Senin (27/2/2017).

Memastikan kesiapan UNBK di MTs Negeri Pangkalan Bun, pria yang juga menjabat sebagai Kasubag TU Kemenang Kobar itu memantau langsung proses simulasi ujian menggunakan perangkat komputer tersebut.

"Sangat memenuhi syarat, bisa dikatakan hampir 100 persen siap," ungkapnya seusai memantau Simulasi UNBK di MTs Negeri Pangkalan Bun.

Yusra Marwan juga sempat menyampaikan apresiasinya kepada tim guru dan kepala madrasah. "Tanpa kerja keras dan kemauan kuat, tidak mungkin bisa terlaksana," ucapnya.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri Pangkalan Bun, Mulyono mengungkapkan, mengenai sarana vital, yakni komputer sudah siap. Termasuk dua buah server dan komputer cadangan. Sebanyak 210 siswa akan mengikuti UNBK di dua ruang komputer, dibagi menjadi tiga sesi pelaksanaan.

"Sudah ada 70 komputer dan dua server, jumlah ini sudah mencukupi untuk siswa yang akan mengikuti ujian," bebernya.

Pihaknya juga telah menyiapkan tiga teknisi, dua orang merupakan pegawai di MTs Negeri Pangkalan Bun, serta satu teknisi berasal dari luar khusus untuk memperbaiki kerusakan pada komputer. Dengan berbagai persiapan yang ada, ia optimis UNBK akan berjalan lancar.

"Kendala terbesar kami soal waktu. Dari pertama menerima surat pemberitahuan dari pusat, hanya ada waktu sebulan untuk mempersiapkan semuanya," sebut Mulyono.

Ia menyebut, kesiapan penyelenggaraan UNBK ini tidak terlepas dari dukungan komite sekolah, "Alhamdulillah komite mendukung penuh, termasuk bantuan 30 unit komputer untuk melengkapi kekurangan di ruang ujian," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)