BORNEONEWS, Buntok - Biaya pembangunan dua unit pengolahan air minum perdesaan di Desa Baru dan Desa Talio, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, dialokasikan sebesar Rp11 miliar.

Direktur PDAM Buntok Mariyanto mengatakan, anggaran itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). "Untuk Desa Baru anggaran yang diapkan sebesar Rp8, sedangkan Desa Talio Rp3 miliar. Jadi totalnya Rp 8 miliar," kata Mariyanto kepada Borneonews, Senin (27/2/2017).

Ia menuturkan, unit pengelolaan air minum di  Desa Baru yang merupakan desa  induk di Kecamaan Karau Kuala, juga akan melayani supai air bersih ke dua desa lainnya yakni Teluk Telaga dan Muara Talang. Sedangkan untuk unit di Desa Talio khusus menyuplai air bagi masyarakat di daerah itu.

"Hal ini dilakukan untuk penambahan pelanggang khusus bagi PDAM perdesaan," sebut dia.

Selain itu, untuk unit PDAM Kelurahan Bangkuang dan Desa Patas, juga sedang berupaya menambah jumlah pelanggang. Untuk  itu, unit PDAM Bangkuang, menambah kapasitas daya PLN dari 16,5 kVA menjadi 66 kVA dengan total biaya Rp94 juta.

Sementara itu, untuk Desa Patas, PDAM Buntok turut berencana menambah jumlah pelanggang dan kapasitas PLN menjadi 66 kVA. Rencana itu ditargetkan terealisasi pada Maret mendatang. (URIUTU DJAPER/B-3)