BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tahun ini pelaksanaan ujian nasional (UN) tidak digelar serentak. Hal ini sebagai upaya pelaksanaan UN yang lebih dominan berbasis komputer atau UNBK.

Pelaksana Tugas Kasi Pengelolaan Madrasah di Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Yusra Marwan mengatakan, sekolah yang belum memiliki sarana, dapat mengikutkan siswanya di sekolah lain.

"Kami akan menunjuk ke sekolah lain dengan dasar kedekatan jarak. Minimal 5 kilometer dari sekolah asal," jelas Yusra kepada Borneonews, Senin (27/2/2017).

Dengan begitu, sekolah atau madrasah setingkat SMA/MA yang tidak memiliki sarana UNBK dapat memanfaatkan sarana milik SMK terdekat atau sebaliknya. Bahkan, siswa SMP/MTs juga bisa memanfaatkan sarana sekolah tingkat SMA/MA/SMK.

Secara rinci Yusra menjelaskan, UN SMK digelar mulai 3-6 April 2017, UN SMA/MA digelar mulai 10-13 April 2017. Sedangkan UN SMP/MTs gelombang I digelar pada 2,3,4 dan 15 Mei 2017, serta gelombang II digelar mulai 8,9,10 dan 16 Mei 2017.

"Jadwal mapel yang akan diujikan sudah siap. Termasuk Ujian Sekolah (US) yang akan diganti menjadi US Berstandar Nasional (USBN)," kata pria yang juga menjabat Kasubag TU Kementerian Agama Kobar itu.

Soal-soal yang akan diujikan, lanjut dia, juga sudah disiapkan dalam bank soal. Terkait pelaksanan UNBK, ia mengungkapkan hal ini telah menjadi dorongan Kementerian yang akan segera direspon secara positif.

Sekolah-sekolah yang belum bisa menggelar UNBK secara mandiri akan didata, selanjutnya dibuatkan pilihan alternatif pelaksanaan UNBK.

"Kami akan dorong semua madrasah menggelar UNBK. Jenjang SMA/MA akan diupayakan menggunakan UNBK 100 persen. Sedangkan SMP/MTs akan mulai kita persiapkan," bebernya.

Yusra Marwan mengakui, dorongan terhadap pelaksanaan UNBK juga akan didukung dengan adanya bantuan unit komputer dari Kementerian, Komite Sekolah dan orang tua wali murid. Sementara sekolah yang sudah memiliki jumlah komputer lebih dari 20 unit dan server dapat ditetapkan sebagai pelaksana UNBK. "Kami akan usahakan ada bantuan perangkat komputer untuk madrasah," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)