BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 19 pelabuhan di Kalimantan Tengah menjadi sorotan Gubernur Sugianto Sabran. Ini karena feedback-nya untuk daerah belum maksimal. Terutama bagi penerimaan daerah. Gubernur pun ingin mengoptimalkan keberadaan pelabuhan tersebut.

Untuk itu, Gubernur menggelar Rapat Koordinasi Pemanfaatan dan Fungsi Strategis Kepelabuhanan di Kalteng di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur, Senin (27/2/2017) malam.

Sejumlah pihak lintas instansi dihadirkan dalam pertemuan itu. Rapat dimulai pukul 20.00 WIB.

"Malam ini saya ingin ada kesepakatan baru antarlintas instansi yang hadir di sini untuk mengamankan penerimaan daerah. Saya ingin semua dikontrol, diawasi, agar sumber daya alam kita agar bisa ada manfaat bagi daerah," kata Gubernur Sugianto.

"Kita produksi dari dalam, genjot dari hulu dan hilir, tapi kalau di sisi hilirnya lagi lolos saat di pelabuhan, ya jebol juga pemasukan ke Kalteng ini, kan percuma," tandasnya.

Sejumlah perwakilan istansi yang hadir pada rapat itu di antaranya kepala Dinas Perhubungan, kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, serta dinas di lingkungan pemprov yang terkait infrastruktur pelabuhan.

Beberapa pelabuhan yang dibahas antara lain pelabuhan laut Batanjung di Kabupaten Kapuas dan Pelabuhan Segintung di Kabupaten Seruyan.

Gubernur Sugianto mengatakan, pemerintah pusat serius memperhatikan pembangunan Segintung daripada Batanjung. Namun, pembangunan jalan menuju pelabuhan Sigintung diperkirakan memakan biaya cukup besar. (ROZIQIN/B-3)