BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemkab Lamandau dengan tegas meminta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setempat tidak terlibat dalam praktik politik praktis.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lamandau, Arifin LP Umbing, kala membacakan sambutan Bupati Lamandau Marukan pada gelaran Pelantikan pengurus DPD KNPI Lamandau periode 2016-2019, di Aula Bappeda, Selasa (28/2/2017).

Hal itu juga merupakan respon dari pemerintah daerah terhadap kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurs DPD KNPI Lamandau perode 2016-2019, serta Rapat Kerja Daerah yang mengambil tema "Mempertegas peran pemuda dalam membangun daerah berkelanjutan dan ikut menyukseskan pesta demokrasi 2018-2019".

Arifin menyebut, sebagai induk organisasi kepemudaan, KNPI berdiri atas tujuan mulia, antara lain turut andil dalam roda pembangunan bangsa, termasuk daerah, di berbagai bidang.

Karenanya, KNPI adalah mitra pembangunan pemerintah daerah, sehingga tidak tepat jika justru KNPI secara organisasi berperan dan terlibat langsung dalam politik praktis.

"Karena, KNPI adalah wadah untuk belajar, KNPI adalah wadah untuk berkarya, oleh karena itu KNPI harus bebas dari kepentingan politik," pintanya.

Disisi lian, sebagai organisasi pemuda, KNPI diminta tanggap dan peduli terhadap aneka isu yang berkembang, baik isu lingkungan, ekonomi, dan lain sebagainya. Sehingga, organ kepemudaan dapat menjadi sarana dalam berlatih untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

"Kritik itu penting, koreksi itu baik, tapi kritik dan koreksi yang dibarengi gagasan solusi dan aksi riil di lapangan yang dibutuhkan pemerintah daerah saat ini," katanya. (HENDI NURFALAH/B-5)