BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban mengakui penataan pasar selama ini belum maksimal.

"Belum maksimal penataan pasar karena masih banyak pedagang yang menata dagangannya melebihi kios yang disewakan seperti di Pasar Kahayan. Pedagang menambah meja di depan kiosnya sehingga jalan lalu lintas di pasar menjadi lebih kecil," tutur Aratuni, Selasa (28/2/2017).

Di sisi lain lapak-lapak di Pasar Datah Manuah justru kosong. Dari puluhan lapak, hanya dua lapak yang terisi di blok sayur. Sepinya pedagang bahkan pembeli ini karena kondisi pasar yang diresmikan pada akhir 2013 ini sudah lapuk, atap jebol dan dinding retak serta berlumut.

"Karena itulah, kita ini keterbatasan anggaran. Makanya melalui program revitalisasi ini kita berharap ada DAK dari pusat untuk membenahi itu semua," tambanya.

Kucuran dana itu dikatakan Aratuni sangat diharapkan untuk membantu dalam menata maupun memperbaiki pasar. "Sesuai keinginan presiden, kita juga ingin pasar tradisional kita jauh dari kesan kumuh, semrawut dan tidak higienis," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)