BORNEONEWS, Muara Teweh – Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara (Barut) tengah mengembangkan terobosan bagi daerah-daerah rawan banjir yang ada di kabupaten Barito Utara seperti Kecamatan Gunung Timang, Lahei, Montallat serta Teweh Tengah.

Pengembangan tersebut dilakukan dengan penanaman padi jenis Gogo lokal yang dirasa sangat cocok untuk daerah-daerah tersebut. Pasalnya jenis padi itu punya tinggi badan mencapai 170 cm.

“Sehingga apabila terjadi banjir dapat terhindar dari kerusakan dan gagal panen yang selama ini masih menjadi keluhan dari para petani didaerah-daerah rawan banjir” terang Kepala Dinas Pertanian, Setia Budi kepada Borneonews, Rabu (1/3/2017).

Dia menyarankan, kepada masyarakat khususnya para petani yang bercocok tanam di daerah-daerah rawan banjir dapat melirik jenis padi ini, karena bagus untuk mengurangi dampak gagal panen karena banjir, khususnya pada saat musim penghujan.

Selain itu, Setia Budi mengharapkan, dengan berkurangnya dampak gagal panen dapat menjadi antisipasi kerugian para petani, sehingga diharapkan dapat menunjang perekonomian petani serta program swasembada pangan di Kabupaten Barito Utara.(RAMADHANI/B-8)